Sabtu, 27 November 2010

rangkuman sosiologi


A.     Pendahuluan
Seorang awam yang pertama kali untuk mempelajari Sosiologi, sesungguhnya secara tidak sadar telah mengetahui sedikit tentang Sosiologi. Selama hidupnya, dia telah menjadi anggota masyarakat dan sudah mempunyai pengalaman-pengalaman dalam dalam hubungan sosial atau hubungan antar manusia. Sejak lahir di dunia, dia sudah berhubungan dengan orang tuanya. Semakin meningkat usianya, bertambah pula pergaulannya dengan manusia lain di dalam masyarakat. Secara sepintas diapun mengetahui bahwa di dalm berbagai hal dia mempunyai persamaan-persamaan denagn orang-oarang lain. Sedangkan dalam hal-hal lain dia mempunyai sifat-sifat yang hhas berlaku bagi dirinya sendiri sehingga berbeda dengan orang lain. Akn tetapi semuanya itu belum berarti bahwa dia adalah seseorang ahli sosiologi. Pasti dia belum mengetahui dengan sesungguhnya apakah ilmu itu, dan oleh karena itu akan di tinjau terlebih dahulu apakah sosiologi tersebut.
Sosiologi merupakan ilmu yang masih muda, walau telah mengalami perkembangan yang cukup lama. Sejak manusia mengenal kebudayaan dan peradaban masyarakat manusia sebagai proses pergaulan hidup telah menarik perhatian. Awal mulanya, orang-orang yang meninjau masyarakat, hanya tertarik pada masalah-masalah yang menarik perhatian umum, seperti kejahatan, perang, kekuasan golongan yang berkuasa, keagamaan dan lain sebagainya.

B.      Pembahasan
A.   Definsi Sosiologi
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang masyarakat dalam keseluruhannya baik dalam pegaulan masyarakat (Interaksi social antara satu atau lebih) dan hubungan-hubungan antara orang-orang dalam masyarakat.
Sosiologi dalam Baha Inggris sociology, social artinya masyarakat dan logos artinya

Untuk lebih jelasnya, adapun definsi-definisi sosiologi sebagai berikut:
a.      Pitirim Sorokin mengatakan bahwa sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala-gejala sosial (misalnya antara gejala ekonomi dengan agama).
b.      Roucek dan Warren mengemukakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.
c.       William F. Ogburn dan Meyer F. Nimkoff berpendapat bahwa sosiologi adalah penilitian secara ilmah terhadap iteraksi dan hasilnya yaitu oraganisasi social.
d.      J.A.A. Van Doorn dan C.J Lammers berpendapat bahwa sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.
e.      Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi menyatakan bahwa sosiologi atau ilmu masyarakat adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial. Selanjutnya menurut Selo Soemardjan dan Soelaeman, struktur social adalah keseluruhan jalinan antara unsur-unsur social yang pokok yaitu kaidah-kaidah sosial (norma-norma sosial), lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok serta lapisan-lapisan sosial. Proses sosial adalah pengaruh timbal balik antara bebagai segi kehidupan bersama, umpanya pengaruh timbal balik antara segi kehidupan ekonomi dengan segi kehidupan politik , antara segi kehidupan hukum dan segi kehidupan agama, antara kehidupan agama dan segi kehidupan ekonomi  dan lain sebagainya.

B.   Perbedaan Ilmu Sosiologi Dengan Ilmu Lainnya, Seperti Ilmu Ekonomi, Ilmu Politik, Dan ILmu Antropologi.
1.    Ilmu Ekonomi
Ilmu Ekonomi ialah mempelajari usaha-usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan materilnya dari bahan-bahan yang terbatas persediaanya. Misalnya, ilmu ekonomi berusaha memecahkan yang timbul karena tidak seimbangnya persedian pangan dibandingkan dengan jumlah penduduk. Ilmu ekonomi juga mempelajari usaha-usaha pa yang harus dilakukan menaikkan produksi bahan sandang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan lain-lainnya. Sedangkan sosiologi mempelajari unsur-unsur kemasyarakatan secara keseluruhan.
2.    Ilmu Politik
Ilmu politik adalah mempelajari suatu segi khusus pula dari kehidupan masyarakat yang menyangkut soal kekuasaan.
Ilmu politik dengan istilah politik yang di pergunakan sehari-sehari di kalangan orang banyak mempunyai perbedaan; politik diartikan sebagai pembinaan kekuasaan Negara, yang bukan merupakan suatu ilmu pengetahuan akan tetapi merupakan seni.
Sosiologi memusatkan perhatiannya pada segi-segi masyarakat yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum daripadanya. Misalnya, soal upaya-upaya untuk mendapatkan kekuasaan digambarkan oleh sosilogi sebagai salah satu bentuk persaingan (competition) atau bahkan pertikaian (conflict).
3.    Ilmu Antropologi
Ilmu Antopologi adalah mempelajari tentang bahasa masyarakat. Sedangkan sosiologi mempelajari tentang prilaku masyarakat.
Ada yang berpendapat bahwa Antropologi memusatkan perhatiannya pada masyarakat-masyarakatyang masih sederhana taraf kebudayaannya, sedangkan sosiologi menyelidiki masyarakat-masyarakat modern yang sudah kompleks.


C.   Tokoh-Tokoh Sosiologi
Adapun tokoh-tokoh sosiolosi antara lain sebagai berikut:
1.    Emile Durkheim (1858-1917)
Menurut Emile Durkheim, sosiologi meneliti lembaga-lembaga dalam masyarakat dan proses-proses sosial.
Dalam sosiologi Emile Durkheim yaitu masyarakat membentuk individu.


2.    Max Weber (1864-1920)
Max Weber berpendapat bahwa sosiologi adalah sebagai imu yang berusaha memberikan pengertian tentang aksi-aksi sosial.
Selain itu sosiologi Max Weber berpendapat bahwa individu yang mengontrol masyarakat atau motiv sosial setelah terjadinya motiv sosial terjadilah masyarakat. Dalam  arti individu yang membentuk masyarakat.
Contohnya:
Nabi Muhammad menyebarkan agama Allah yaitu agama islam. Dan akhirnya banyak umat manusia yang memeluk agama islam, dan terjadilah masyarakat islam dan disebut juga dengan kaum muslimin.

Individu di bagi beberapa bagian, sebagai berikut :
A.      Individu Kharismatic.
Yaitu individu yang memilki kekuatan rata-rata diatas manusia sehingga mampu mengubah manusia.
Contoh:
-          Soekarno berhasil mempersatukan bangsa Indonesia pd saat bangsa Indonesia dalam keadaan terpecah belah.
-          Nabi Muhammad berhasil menyebarkan agama Islam.
B.      Individu Otoritatyc.
Yaitu otoritas kebenaran atau wewenang sendiri
C.      Individu Rasionalitik.
Yaitu individu memiliki kepercayaan terhadap pengetahuan atau individu memiliki kecerdasan untuk membentuk masyarakat masyarakat.

3.    Karl Max
Sosiologi Karl Max berpendapat bahwa masyarakat itu di bentuk dari adanya konflik. Dengan adanya konflik akan terbentuknya masyarakat yang baru.
Karl Max seseorang atheis. Atheis artinya tidak mempercayai firman Tuhan atau tidak mempercayai adanya Tuhan.

D.   Perubahan Sosial
Perubahan Sosial adalah perubahan di dalam masyarakat untuk menjadi masyarakat yang lebih baik.

A.      Adapun definisi-definisi perubahan soaial antara lain sebagai berikut:
1.    Menurut Selo Soemardjan bahwa prubahan sosial adalah perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyaakatan di dalam masyarakat dan truktur sosial yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, pola prilaku, dan budaya di dalam masyarakat.
2.    Mac Iver mengatakan bahwa perubahan sosial adalah perubahan terhadap keseimbangan hubungan sosial seperti cara-cara hidup dan berfikir, pergaulan hidup, seni kesusastraan, agama, rekreasi dan hiburan.
3.    Gillin dan Gillin mengatakan perubahan sosial adalah perubahan masyarakat sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah di terima, baik perubahan akibat geografis, kebdayaan, jumlah penduduk, ideologi maupun adanya defusi ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.
4.    Samuel Koenig mengatakan bahwa perubahan sosial adalah memperbaiki kehidupan dalam faktor internal dan eksternal.

B.      Ada beberapa faktor-faktor perubahan sosial, yaitu:
1.      Kondisi Ekonomi
2.      Ilmu Pengetahuan dan Kemajuan Teknologi
3.      Geografis
4.      Bertambah atau Berkurangnya penduduk
5.      Pertentangan (conflict)
6.      Kebudayaan

C.      4 Jenis Perubahan Sosial, anatara lain sebagai berikut;
1.      Sosial Proses: the circulation of various rewards, facilities, and personnel in an existing structure.
2.      Segmentation: the proliferation of structural units that do not differ qualitatively from existing units.
3.      Structural Change: the emerge of qualitatively new complexes of roles and organization.
4.      Change in Group structure: the shifts in the composition of groups, the level of consciousness of groups, and the relations among the groups in society.

D.   Penutup
Hal-hal yang di jelaskan diatas merupakan sebagian kecil dari masalah-masalah yang di hadapi dalam yang di hadapi dalam pendidikan anak dan remaja, yang berasal dari rumah, lingkungan sepermainan anak dan remaja itu, maupun sekolahnya. Di dalam menelaah masalah-masalah tersebut diadakan pemisahan yang tegas antara pengaruh yang negatif dan positif terhadap motivasi dan keberhasilan studi, walaupun hal itu mungkin tidak sesuai dengan nilai-nilai yang di anut orang tua.
Orang tua sebenarnya merupakan kunci motivasi dan keberhasilan studi anak dan remaja. Tidak ada pihak lain yang akan dapat menggantikan peranan orang tua dengan seutuhnya. Keberhasilan orang tua di dalam menunjang motvasi dan keberhasilan studi terletak pada eratnya hubungan antara orang tua dengan anak-anaknya. Dan orang tua merupakn tempat anak berlindung dan mendapatkam kedamaian melalui keserasian antara keserasian antara ketertiban dengan ketenteraman, dengan mempertimbangkan pengaruh-pengaruh yang dating di luar rumah.






                                                                                                                                                       
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar